WASHINGTON - Partai Republik sepertinya akan menjadi ganjalan serius bagi program stimulus ekonomi senilai USD825 miliar yang diajukan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama.
Seperti dilaporkan New York Times, Republik siap menguji komitmen Obama dalam proyek tersebut pada rapat parlemen yang akan digelar pekan ini. Bahkan, jika diperlukan mereka tidak akan memberikan suaranya dalam votingseandainya rencana stimulus pemerintah tidak membuat perubahan signifikan.
"Saat ini, konsentrasi kami tertuju pada ukuran paket stimulus yang berisi pengeluaran belanja. Kami tidak berpikir akan mengerjakannya," ujar pimpinan senat minoritas John A Boehner, saat berbicara dalam acara Meet the Press yang disiarkan Televisi NBC pada Minggu (25/1/2009) waktu setempat.
Hal senada juga disampaikan senator John Mc Cain.Menurut mantan calon presiden Partai Republik yang dikalahkan Obama pada pemilihan November silam itu, rencana voting tidak akan bisa berjalan, kecuali ada perubahan setelah paket stimulus diluncurkan. "Kami memerlukan pemotongan pajak permanen dan kami perlu komitmen bahwa tidak ada lagi pajak baru," ujar McCain.
Sementara itu, Gedung Putih memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) kini berhadapan dengan masalah perbaikan ekonomi meski ada sejumlah program stimulus yang sedang diperjuangkan. Sebelumnya, pada pidato pertama akhir pekan lalu, Presiden AS Barack Obama berharap program stimulus ekonomi sebesar USD825 miliar yang diusulkannya segera disahkan dalam jangka waktu kurang dari sebulan.
Dia meyakini,paket stimulus tersebut akan mampu membawa negeri adikuasa itu keluar dari krisis menuju kondisi lebih sejahtera dari sebelumnya. "Saya senang mengatakan bahwa kedua partai di Kongres sudah bekerja keras terkait rencana ini. Saya berharap bisa menandatanganinya menjadi undang-undang dalam waktu kurang dari sebulan," kata Obama dalam pidato mingguan pertamanya akhir pekan lalu.
Dalam wawancara dengan salah satu stasiun radio pada Sabtu 24 Januari lalu, Obama juga berjanji akan menggunakan dana stimulus ekonominya untuk menciptakan lapangan kerja, perbaikan layanan kesehatan, melanjutkan proyek energi terbarukan, serta pemotongan pajak. Obama yang dilantik pada Selasa 20 Januari sebagai Presiden AS ke-44 itu menyatakan sudah bertemu dengan sejumlah ahli dan penasihat ekonomi serta melobi para pembuat kebijakan di Capitol Hill untuk mengangkat perekonomian dari resesi yang sudah berlangsung sejak setahun silam.
"Salah satu investasi yang paling penting adalah memprioritaskan bidang energi dan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur baru yang kuat untuk membuat kita lebih kompetitif," ujar Obama. Dia juga berjanji akan lebih transparan terhadap anggaran yang digunakan, serta harus dapat akuntabel dan dipertanggungjawabkan kepada publik.
Gedung Putih sendiri berharap pemungutan suara pengesahan stimulus ekonomi yang diajukan akan dilaksanakan pada Rabu pekan ini. Sementara itu, Direktur Dewan Penasihat Ekonomi Obama Lawrence Summers menyatakan krisis ekonomi AS bukanlah masalah yang bisa diselesaikan dengan cepat dalam waktu satu hari, satu bulan, atau bahkan satu tahun.
Selasa, 27 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar