
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan awal pekan ini bergerak aman. Hingga akhir penutupan, rupiah ditutup stabil. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (10/11/2008) ditutup di kisaran Rp11.100-10.850 per USD.
Stabilnya nilai tukar di tengah sepinya sentimen pasar disebabkan oleh penjagaan nilai tukar rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).
Sementara, dolar Amerika masih mengalami koreksi terhadap euro dan sejumlah rivalnya selepas dirilisnya data nonfarm payrolls yang melemah di kuartal terakhir tahun ini. Namun, koreksi dolar dapat dibatasi oleh menguatnya bursa saham.
Berdasarkan laporan payrolls tersebut, saat ini pelaku pasar menjadi kembali berspekulasi, The Fed rate akan kembali dipangkas 25 basis poin pada Desember menjadi 0,75 persen.
Sedangkan, sekira 64 persen pelaku pasar memprediksi akan terjadi pemangkasan 50 bps, naik dari peluangnya sekira 58 persen pada hari Kamis.
Kendati demikian, kalangan analis pasar memprediksi dolar masih berpotensi melanjutkan rally-nya pada pekan ini walau dihadang data tenaga kerja AS yang buruk dan adanya spekulasi kelanjutan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Menurut Valbury Securities, kondisi tersebut memberikan indikasi buruk untuk aset-aset yang berisiko, sehingga investor cenderung memburu aset-aset yang lebih aman, termasuk mata uang ber-yield rendah seperti yen dan juga dolar.
Berdasarkan survei yang dirilis Reuters dan University of Michigan, sebagian besar warga AS berpendapat bahwa krisis finansial yang tengah melanda saat ini telah memukul kepercayaan mereka terhadap kinerja The Fed.
Sentimen negatif juga berkembang yang ditujukan kepada sektor perbankan dan institusi finansial lainnya, seperti perusahaan asuransi dan mutual funds (dana gotong royong). Sekira 64 persen warga AS pesimistis terhadap keberhasilan langkah The Fed sedangkan 29 persen lainnya juga merasa skeptis terhadap dewan kebijakan moneter.
Senin, 10 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar